.
Latest Post

Ibadah Tak Mempengaruhi Kekokohan Allah

Written By Sukma hadi on Selasa, 07 Januari 2014 | 06.15

Ilustrasi.
Sukmahadionline. Allah SWT telah memberikan peraturan dalam hidup ini, namun tinggal mansuianyalah apakah ia mau menjalankan aturan itu (Syariat) atau tidak itu terserah, mau taat atau tidak sama sekali tak mempengaruhi posisi Allah sebagai Tuhan.

Namun Alllah telah menjanjikan kehidupan bahagia bagi yang menjalankan aturan ini (syurga). Jadi jika mau celaka silahkan melanggar aturan-aturan Allah dan rosulNya. mau sholat atau tidak, mau menutup aurat atau tidak, sama sekali tak mempengaruhi posisi Allah sebagai Tuhan.

Dari Abu Hurairah, Ia berkata ; Rasulullah SAW bersabda, “ sesungguhnya semua umatKu akan masuk surga, kecuali orang yang tidak mau”. Para sahabat bertanya, “ya Rasulullah, siapakah orang yang tidak mau itu?”. Beliau SAW bersabda, “ barang siapa yang menthaatiKu, ia pasti masuk surga, dan barangsiapa yang mendurhakaiKu, maka berarti ia tidak mau”.

Saya yakin banyak diantara muslimin yang kadang untuk melaksanakan solat 5 waktu saja sangat susah bukan main, padahal jika merenunginya dengan logika  atau rasional semua hasil ibadah yang akan diterima di akhirat kelak adalah murni untuk kita sebagai hamba Allah yang selalu taat beribadah padaNya.


Tapi apa yang Allah perintahkan kepada kita maka itu semua demi kebaikan diri sendiri, namun itulah bodohnya kita sudah tau itu, ini bagus tapi masih saja tak mau menjalankan perintahNya,,,,, "Ya Allah ampunilah dosa-dosa kami, kami hanya manuisa biasa yang tak luput dari kekhilafan dan kesalahan".

Written By: Sukmahadi (Mahasiswa Indonesia di Maroko)
email: sukmahadiadi@yahoo.com
HP Maroko: +212656865703
 

Wisata Kuliner di Restoran Asia di Maroko

Written By Sukma hadi on Rabu, 01 Januari 2014 | 14.41

Restoran Thailand di Marrakech Maroko
Sukmahadionline. Restoron, kali ini temanya beda dari yang lain, nggak tau kenapa lagi pengen aja nulis dengan bahasa yang bebas dan temanya seputar makanan he he. 
Sebagai orang asia khususnya orang indonesia kalau lagi travelling di maroko pasti akan merindukan makanan asia, biasa warga negara maroko yang juga masih bernasab orang arab dan beber mereka sangat menfavoritkan roti saat makan malam, siang dan sarapan.

Nah, oleh karena itu sebagai orang asia pasti tak tahan jika hanya mengandalkan roti sebagai makanan pokok, kecuali jika sudah menetap di Maroko selama bertahun-tahun. Hem sebenarnya makan roti dengan khas maroko sangat seru apalagi kalau makannya pakai zaitun dan tojin makanan khas maroko luar biasa mantap enak nyam...... :D

Okey pengen cerita dikit yach soal restoran yang menyediakan makanan asia agar kalau ada yang nyari tinggal go aja kesana tapi siapin duitnya yach,,,, biasa makanan seperti ini langka jadi wajar jika harganya sedikit diatas dari makanan khas maroko. 

Pada bulan desember kemarin, aku dan hasbi berkesempatan jalan-jalan dari kota marakkech ke kota casablanca dan rabat. lumayan seru mulai dari jalan-jalan ke berbagai tempat sampai dengan restoran yang tergolong mahal kami sadap, tapi tak usa heran dulu kami nggak berdua ko, ada ibu ainiyah dan kawannya. Ya ibu ainiyah dia adalah orang yang aku temani selama jalan-jalan dari tanggal 3-8 desember 2013.

patut bersukur pada Alllah SWT sebab nikmat dan nikmat telah kami rasakan selama menelusuri kota marrakech, casablaca dan rabat, termasuik menikmati makanan khas asia. Sebgai mahasiswa menikmati restoran yang berkelas sangat jarang kami nikmati biasa harganya kan lumanya juga he he,,,, :P

Untuk para Warga Negara Indonesia WNI yang berkunjung atau travelling dan  ingin menikmati makanan asia seperti nasi goreng, makanan khas thailand dan jepang. Restoran thailand bisa mengunjunginya di kota marrakech di jalan 8, Rue Oude El Makhazine (entre Gueliz et l'Hivenage) telpon: 00212524457311.

Nah setelah menikmati makanan asia di restoran thailand di Marrakech, saatnya ke kota casablanca, setelah sampai di kota casablanca perut pun mulai nyut-nyut kelaparan, maka seketika kami menuju ke restoran planet souisi, di restoran ini disediakan makanan asian food. Jadi jika berkunjung ke kota ini tingal ke sini aja, letaknya deket hotel barcello atau konsultan italia.    


Langkah kami tak terhenti di kota casablanca, ibu aniyah mengatakan saya beru pertama kali mengunjungi maroko jadi belum puas, maka aku dan hasbi mengajaknya ke rabat ibu kota maroko, setelah menjelang siang perut pun terasa lapar langkah selanjutnya adalah mencari restoran asia, biasa kalau ibu ainiyah tak terbiasa dengan makanan maroko jadi harus serba asia. Tak jauh dari pusat kota terdapat retoran masakan asia khas jepan dan karyawannya pun teman saya dia orang indonesia juga. Jadi jika ingin berkungkunjung ke restoran ini silahkan menjuju ke masjid badar tepatnya di agdal, persis di depan masjid di situlah restoran tersebut. Okey sampai disini dulu cerita tentang restoran asia yang pernah kunikmati bersama hasbi. :D

Written By: Sukmahadi (Mahasiswa Indonesia di Maroko)
email: sukmahadiadi@yahoo.com
HP Maroko: +212656865703

SAHABAT SAMPAI MATI

Written By Sukma hadi on Senin, 23 Desember 2013 | 13.23

Ilustrasi
Sukmahadionline.Sahabat,begitu mendengar kata ini maka akan terlintas dalam benak
bahwa sahabat adalah orang yang selalu bersama, dan selalu peduli, baik saat suka maupun duka datang silih berganti. Sahabat sendiri sebenarnya berasal dari bahasa arab, yaitu صحب, يصحب, صحبأ, artinya adalah menemani.

Ya, menemani, kadang ada jarak dan waktu yang membedakan sehingga sahabat itu tak selamanya bersama, namun dimana pun berada pastinya jika mempunyai ikatan persahabatan maka rasa itu akan selalu ada dalam hati. Itulah hakikat sahabat. Namun kali ini aku akan mengartikan sahabat sampai mati, bahkan ini akan menemani, dan menghibur jikalau tubuh ini sudah hancur dan menjadi makana cacing tanah.

Hidup di dunia ini sangatlah singkat, janganlah merasa bahwa hidup di dunia ini begitu lama, namun hakikatnya hanya sebentar. Dan yang paling perlu diingat tujuan peciptaan manusia adalah menyembah pada Allah SWT. Andaikan manusia bisa hidup tanpa bekerja maka kegiatan sehari-harinya adalah beribadah dan terus beribadah, namun nampaknya tak demikian manusia harus mecari nafkah agar bisa melangsungkan hidup dan digunakan tuk menyembahNya 5 kali sehari semalam.

Mencari dan mempunyai sahabat di dunia sebuah keharusan, mustahil rasanya hidup di dunia ini tanpa seorang sahabat, karena hidup ini harus dibarengi dengan jiwa sosial, saling peduli antarsesama, kasih mengasihi tanpa ada rasa dengki.Ada sebuah sabda rosul:

يَتْبَعُ الْمَيِّتُ ثَلَاثَةٌ: اَهْلُهُ وَمَالُهُ وَعَمَلُهُ فَيَرْجِعُ اثْنَانِ وَيَبْقَى وَاحِدٌ يَرْجِعُ اَهْلُهُ وَمَالُهُ وَيَبْقَى عَمَلُهُ  (رواه البخازى)

Artinya: Keberangkatan mayat ke kubur diikuti tiga hal, yaitu: keluarganya, hartanya, dan amal perbuatannya. Yang dua akan kembali, sedangkan yang satunya akan tinggal menyertainya. Yang kembali adalah keluarga dan harta bendanya, sedangkan yang tinggal adalah amal perbuatannya. (HR. Bukhari).

Renungilah hadits diatas sesungguhnya sahabat yang akan menemani kita sampai ke akhirat adalah amal perbuatan selama hidup di dunia, olehnya sangat penting tuk selalu beramal-beramal dan terus beramal

"Cari teman hidup itu sangat penting. Namun jangan abaikan juga tuk cari teman mati yakni ilmu dan amal sholeh. Sebab baik hidup maupun mati kita butuh teman"

Fes, Maroko 23 Desember 2013




 Oleh: Sukmahadi (Mahasiswa Univ. Sidi Mohammed Ben Badellah of Fes Morocco dan Kontributor Islamic Studies Center Online "ISCO"). 

Bersyukurlah Atas Nikmat Tuhan.

Written By Sukma hadi on Jumat, 29 November 2013 | 01.25

Putri dan Suami.
Hai sudah lama rasanya tak berbagi di blog ini, rasanya rindu juga tak bercerita dan berbagi melalui dunia maya ini. Baiklah untuk mengobati rasa rindu ini aku bagikan vidio. Kisah ini bisa menginspirasi kepada semua bahwa tetaplah bersyukur bisa terlahir di dunia ini dalam
keadaan sempurna. Vidio ini menayangkan kisah para pecandang cacat, hidup serba terbatas akan tetapi mereka tetap semangat menjani hidup, bahkan di antara mereka telah meraih mimpin-mimpinya.

Putri Herlina, seorang putri yang terlahir dalam keadaaan tanpa kedua tangan, namun ia tetap semangat menjalani kehidupannya, bahkan ia selalu bermimpi untuk meraih cita-citanya. Salah satu mimpinya adalah menikah dengan orang normal. Dikehidupan sehari-harinya ia beraktifitas layaknya orang normal, namun kakinya difungsikan sebagai kaki sekaligus sebagai kedua tangannya. Mudah-mudahan tayangan vidio ini selalu bisa menginspirasi kita semua, dan tetap semangat menjalani hidup ini. Bersyukur telah terlahir dalam keaadaan normal dan jangan sia-siakn nikmat Allah ini untuk melakukan hal-hal yang buruk. Dan simak pulah kisah cinta tulus darinya hingga ia menikah. Selamat menyaksikan.


Dan ini vidio wawancara Putri Herlina dengan sang suami di acara hitam putih trans 7:

Salam hangat untuk semua pemabaca.

Ketaatan Orang Maroko Dalam Beribadah

Written By Sukma hadi on Senin, 04 November 2013 | 06.58



Ilustrasi

Dalam ibadah pada di mana saja boleh asalkan tempat itu suci dari najis. Walaupun terlihat kotor namun suci dari najis tempat itu tetap layak untuk digunakan dalam beribadah pada Allah SWT. Saya adalah mahasiswa Indonesia di Maroko.  di Maroko terdapat ratusan mahasiswa, jika dibandingkan dengan Mesir mahasiswa indonesia di sini tergolong sedikit, walau demikian wujud syukur pada Allah harus ada sebab kami masih diberi kesempatan untuk menimbah ilmu di negeri seribu benteng ini.

Mahasiswa Indonesia di sini mereka menempuh study di berbagai kota ada yang belajar di kota fes, Marrakech, tetouan, tanger, kenitra, meknes dll. Layaknya mamahasiswa Indonesia lainnya yang ada di Negara lainnya mereka memiliki oraganisasi  yang disebut “Perhimpunan Mahasiswa Indonesia (PPI) Maroko. Kebetulan pusat atau sekretariat PPI Maroko berada di Maroko maka setiap ada urusan administrasi atau kegiatan oraganisai aku pun harus  ke rabat. Perjalanan ke Rabat lumayan lama 3 jam, bisa menggunakan bus atau kereta. 

Aku ingin berbagi sedikit cerita selama di Maroko yang insya Allah kejadian ini mengandung nilai positif dan bisa dijadikan contoh. Selama tiga tahun di Maroko baru kali ingin menuliskan hal ini. Setelah jalan-jalan ke berbagai kota di antaranya kota tetouan, Kenitra, Rabat, dan meknes rata-rata adat istiadat arab maroko sama, tak ada yang berbeda. Namun jika dibandingkan dengan tanah air (Indonesia) ada beberapa kejadian yang sangat jarang ditemukan di Indonesia bahkan bukan jarang lagi mungkin tak ada.

Masyarakat Maroko sangat taat dalam beribadah pada Allah, boleh dikata mayoritas penduduk disini menjalan ibadah pada Allah SWT,  hal ini sangat nampak banyak orang maroko melakukann sholat 5 waktu di mana pun ia berada. Ketika kita jalan-jalan ke taman maka jangan heran jika melihat sujud di tengah taman dengan sehelai sajadah, bahkan tak jarang dari mereka melakukaknnya secara berjamaah. Bukan hanya di taman, beberapa supir taxi sering melakukan disamping taxinya. 

Aku kagum melihat hal ini, itulah yang mendorongku untuk menulis kejadian ini agar menjadi contoh bagi muslimin yang ada di Indonesia bahwa sholat itu wajib bahkan bagaimanapun keadaan kita, sholat tetap wajib bahkan jika tak mampu menggerakan tubuh cukup dengan gerakan mata. Saat aku melakukan perjalanan dari kota fes ke kota rabat aku melihat sesuatu yang menakjubkan lagi, waktu itu aku sengaja menggunakan kereta bertepantan waktu maghrib terlihat seoarang bapak-bapak melakukan sholat di dalam kereta walau dalam keadaan duduk “Ya Allah begitu taatnya orang maroko dala melaksanakan sholat”.

Dari kejadian-kejadian ini, aku mendapat pelajaran penting, bahwa sholat itu kapan dan dimanapun kita berada serta bagaimanapun keadaan kita sholat tetap wajib. Ketika dalam perjalanan boleh dijamak namun jika sempat dan mau tak dijamak juga boleh. Walau demikian kejadian di atas merupakan hal baru yang temukan. Semoa bermanfaat.

Fes, Maroko 04 November 2013

By Sukmahadi (Mahasiswa Univ. Sidi Mohammed Ben Badellah of Fes Morocco dan Kontributor Islamic Studies Center Online "ISCO").

Indahnya Persahabatan di Maghribi (2)

Written By Sukma hadi on Minggu, 03 November 2013 | 02.28

City Tetouan of Morocco
hai.,,, sahabat sekalian ketemu lagi dengan saya sang pemimpi di era globalisasi,  entahlah aku sangat suka menyembut diriku dengan gelar ini, sebab aku sangat ingin sukses dunia akhirat dan sangat ingin menggapai cita-citaku walau jujur bahwa aku memang orang miskin seorang anak yang berjuang kuliah tanpa bapak (karena sudah meninggal) dan tanpa biaya orang tua, tapi nggak usa khawatir kawan Allah maha kaya Dia akan selalu memberi rezeki kepada hambaNya yang beriman, apalagi jika ia senantiasa mencari ilmu syariat islam. Renungilah ayat Allah di bawa ini:

Allah SWT berfirman: ‘’Barang siapa yang bertaqwa kepada Allah maka Allah SWT akan selalu memberikan baginya keringanan/jalan keluar’’(Ath-thalaq ayat 2-3)

okey kali ini aku sang pemimpi dari negeri seribu benteng ingin kembali bercerita, sebuah cerita Holiday bersama  sahabat kami. Namun sebelum berjalan lebih jauh ada baiknya baca dulu cerita kami part 1 Klik.

Holiday to the city Tetouan

Sesampaiku di Kota rabat, kami pun bertemu dengan kawan-kawan di antaranya Fauzan Azmi, Jazmi Rafsanjani, Hasbi Ibrani mereka semua adalah kawan-kawan yang selama ini jika ada masalah studi bahkan masalah pribadi kadang nongkrong bersama sambil bercerita dan memberi solusi. Itulah hakikat sebuah persahabatan ketika kawan dalam masalah cobalah untuk bercerita namun tentunya harus dalam batas-batasan tertentu. "Harta gampang kau cari namun sahabat tak gampang engkau cari" , Yach saat engkau jauh dari orang tua dan menuntut ilmu sembari mencari ridho Allah maka canda dan tawa bersama sahabatlah yang bisa mengurangi rasa rindu kepada sanat keluar di bumi peritiwi.

Tak lama menetap di Kota Rabat langkah pun dimulai kali ini menuju  ke sebuah kota yang berdekatan dengan spanyol. Tetouan sebuah kota yang indah deretan gunung yang kami pandangi sepanjang perjalanan, sekita 6 jam menggunakan bus akhirnya sampai juga ke kota ini, indah nan cantik dan yang paling menarik ternyata kota ini sangat dekat dengan laut, selain laut bangunan yang ada di kota ini rata-rata di atas gunung bahkan saat pertama kali memasuki kota ini yang terlihat adalah kincir angin berderet di atas gunung.  Tak terasa mobilpun terhenti di stasiun sebut saja محطة طرقية (Stasiun Turukiyah), menoleh keluar ternyata sudah ada yang menunggu seorang gadis berdarah madura hem hem... Zahrotul Unsi, dia adalah mahasiswi indonesia yang juga sedang menempu study di Universitas Imam Malik Sa'di dan ia juga kawan seperjuangan maka tak heran ia yang menyambut kami.

Ya begitulah kehidupan seorang mahasiswa di luar negeri, harus pandai-pandai dalam mencari kawan. Dan yang paling penting dimanapun berada silaturahmi harus tetap terjalin dengan baik. itung-itung menurut pengetahuan yang kupelajari silaturahmi itu menambah rezeki dan bisa memperpanjang umur, hayo mau banyak rezeki kan...... pasti mau .... :D makanya silaturahmi harus diperbaiki usahakan tak ada dengki karena dengki hanya meracuni pikiran he he... waduh jadi ceramah nich... tapi tenang aja cerita masih berlanjut... :D

Dengan mengunakan taksi kami menuju rumah waduh ternyata di rumah sudah di siapkan makan malam, luar biasa rezeki tak kemana, kata batinku. Hari-hari kami di tetoaun kami tak pernah merasa kesepian, bagaimana bisa sepi canda dan tawa serta hidangan makan bersama menambah suasana menjadi okey, bahkan di kota ini bukan hanya mahasiswa indonesia yang ikut liburan. Ada juga mahasiswa thailand mereka lumayan baik, mereka mengajak kami bermain bola di pinggir pantai. 

Setelah bermain bola terlihat gadis kerudung birut berbincang-bincang dengan zahrotul unzi, ternyata ia seoarang mahasiswi berdarah arab dan berber pantas saja mukanya beda dari kami, ia lumayan cantik kata kawanku tapi bagiku biasa he he... :D Fatimah, ya fatimah nama gadis itu ia sangat baik bahkan sudah seperti saudara bagi kami mahasiswa dari asia, sedikit demi sedikit ia bisa berbahasa indonesia, bahkan selama di tetouan kami diajak mencicipi minuman  yang katanya tak ada di kota lain namanya zak zak, minuman yang hanya ada di kota tetaoun makasi ya fatime uda neraktir kami semoga Allah membalas kebaikanmu.

Mahasiswa Indonesia, Thailand dan Maroko





Tanpa disangka-sangka  hari itu fatima ulang tahun, seperti biasa layaknya anak mudah lainnya di indonesia ketika ada kawan, sahabat yang berulang tahun biasanya dikerjain , matahari  dan lautan menjadi saksi permainan kami hari itu, telur langsung dipecahkan ke badan fatimah ia pun berkata "The first time " ia kaget waduh ini ada apa ko dicaplokin telur,,,,,, tiba-tiba kami menyanyikan yel yel..... berulah ia tersadar ternyata hari ini aku ulang tahun ucapnya.Terima kasih sobat atas semua kerjaanya ini baru pertama kali aku alami. Ya maklum di negeri arab ketika ulang tahun tak ada yang dikerjain seperti ini.

Matahari tenggelam nampak kemerah-merahan pertanda maghrib telah tiba, kabar buruk datang dari kawan kami Vera, seorang mahasiswi yang juga sedang study di Kota tetoaun pamannya telah kembali ke pangkuan ilahi. Yang sabar ya ver semoga Allah menerima amal ibadahnya ucap kawan-kawan kami kepadanya. Seusai sholat maghrib lantunan ayat al quran hadir di rumah dan sholat ngaibpun kami lakukan bersama  dengan niat paman vera diterima disisiNya dengan ridhoNya. Itulah arti sebuah persahabatan kawan sedih saling menghibur sambil berusaha mengamalkan ajaran-ajaran islam. uda dulu yach sampai jumpa di cerita selanjutnya by by.......... 

Fes, Maroko 03 November 2013
By Sukmahadi (Mahasiswa Indonesia di Maroko)

Novel 99 Cahaya di Langit Eropa By Hanum Rais.

Written By Sukma hadi on Jumat, 01 November 2013 | 03.11

Video Perjlanan Hanum Rois Mencari Cahaya Islam di Eropa

Novel atau buku yang bejudul " 99 Cahaya di Eropa" sebuah buku yang sangat  menarik dan enak serta bagus untuk dibaca, isi buku  ini adalah catatan perjalanan atas sebuah pencarian. Pencarian cahaya Islam di Eropa yang kini sedang tertutup awan saling curiga dan kesalahpahaman. Sebaimana yang tela diketahui bahwa begitu menyebut eropa maka yang tecantum dalam benak kita bahwa eropa itu adalah negara-negara yang dikuasai oleh kaum barat yang mayoritas beragama kristen. Namun tak terlintas dalam benak kita bahwa ternyata islam pernah bejaya di benua eropa, itulah yang membuat buku ini menjadi menarik untuk dibaca.

Bagi mahasiswa yang sedang belajar di luar negeri seperti saya saat ini, mungkin  akan penasaran akan isi buku ini, namun tak usa khawatir bisa dilihat di youtube insya Allah bisa mewakili isi buku 99 cahaya di eropa, dan bisa juga menonton bedah buku ini di tvone:

Hanum Rois Tinggal di Eropa selama 3 tahun adalah arena menjelajah Eropa dan segala isinya. Hingga ia akhirnya menemukan banyak hal lain yang jauh lebih menarik dari sekedar Menara Eiffel, Tembok Berlin, Konser Mozart, Stadion Sepakbola San Siro, Colloseum Roma, atau gondola gondola di Venezia. Pencariannya telah mengantarkannya pada daftar tempat-tempat ziarah baru di Eropa. tak menyangka Eropa sesungguhnya juga menyimpan sejuta misteri tentang Islam. 

Eropa dan Islam. Mereka pernah menjadi pasangan serasi. Kini hubungan keduanya penuh pasang surut prasangka dengan berbagai dinamikanya. Ia merasakan ada manusia-manusia dari kedua pihak yang terus bekerja untuk memperburuk hubungan keduanya.

Pertemuan hanum rois dengan perempuan muslim di Austria, Fatma Pasha telah mengajarkannya untuk menjadi bulir-bulir yang bekerja sebaliknya. Menunjukkan pada Eropa
bulir cinta dan luasnya kedamaian Islam. Sebagai Turki di Austria, Ia mencoba menebus kesalahan kakek moyangnya yang gagal meluluhkan Eropa dengan menghunus pedang dan meriam. Kini ini ia mencoba lagi dengan cara yang lebih elegan, yaitu dengan lebarnya senyum dan dalamnya samudra kerendahan hati.

Hanum dan Fatma mengatur rencana. Kami akan mengarungi jejak-jejak Islam dari barat hingga ke timur Eropa. Dari Andalusia Spanyol hingga ke Istanbul Turki. Dan entah mengapa perjalanan pertamanya justru mengantarkannya ke Kota Paris, pusat ibukota peradaban Eropa.

Simak cerita lengkapnya di buku dan video bedah buku lainnya. Ala kulli hal (ungkapan orang arab) saya senang akhirnya seorang muslim berhasil menulis sejarah islam yang sempat berjaya di bumi eropa.Oh yach lupa ini akan difilmkan lho.... ada fatin juga yang bakal jadi pemerannya jadi buat fatinistik bisa melihat akting fatin di film ini.

Fes, 1 November 2013

By Sukmahadi (Mahasiswa Univ. Sidi Mohammed Ben Abdellah of Fes Morocco)

Sabar dan Syukur

Written By Sukma hadi on Minggu, 27 Oktober 2013 | 01.03

Ilustrasi.
Sungguh beruntung orang-orang yang beriman pada Allah dan RosulNya, selain dijamin masuk syurga ketika ia taat pada Robnya, iapun akan hidup bahagia di dunia dengan menerapkan dua kunci:

1. Ketika ia mendapatkan kebahagiaan, kenikmatan, rezeki yang banyak ia tak lupa pada Allah, bahkan semakin mengingat-Nya untuk selalu bersyukur pada Allah. Salah satu bentuk syukur adalah meninkatkan ketaatan padaNya, mengeluarkan sebagaian harta di jalanNya (fi sabilillah) termasuk zakat mal (harta)

2. Ketika ia mendapat ujian dari Allah SWT (Musibah) maka ia bersabar dan beranggapan bahwa ini berasalah dari Allah dan ia pun yakin bahwa Ujian Allah padaNya takkan melebihi batas kemampuanya. olehnya ia akan selalu bersabar dikala ujian menerpanya atau musibah dalam hidup.

Itulah dua kunci utama agar dalam menjalani hidup ini bisa bahagia, walau ini tergolong agak susah diterapkan dalam kehidupan kita tapi marilah terus mencoba tips ini agar bisa menjadi orang-orang yang bahagia, dan tips ini bagi orang yang berima pada Allah SWT.

Dari Suhaib ra, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Sungguh menakjubkan perkaranya orang yang beriman, karena segala urusannya adalah baik baginya. Dan hal yang demikian itu tidak akan terdapat kecuali hanya pada orang mu’min: Yaitu jika ia mendapatkan kebahagiaan, ia bersyukur, karena (ia mengetahui) bahwa hal tersebut merupakan yang terbaik untuknya. Dan jika ia tertimpa musibah, ia bersabar, karena (ia mengetahui) bahwa hal tersebut merupakan hal terbaik bagi dirinya.” (HR. Muslim.


Fes Maroko, 27 Oktober 2013
Oleh. Sukmahadi (Mahasiswa Univ. Sidi Mohammed Ben Abdellah of fes Maroko dan Kontributor Islamic Studies Center Online "ISCO") .

Sholat di Masjid Yang Ada Kuburannya

Written By Sukma hadi on Kamis, 24 Oktober 2013 | 14.05



Sukmahadionline. Sholat di dalam masjid yang ada kuburnya, entah itu di sebelahnya atau juga berdampingan dengan masjid, atau juga kuburan yang berada di areal masjid tidak mutlak diharamkan oleh Jumhur ulama. Dan ini bukanlah perkara yang baru, akan tetapi sejak dulu ulama sudah membahas ini. 



Kelompok Yang Mengharamkan

Namun kemudian, ada yang ulama yang mengharamkan praktek sholat di masjid yang ada kuburannya, yaitu kelompok ulama yang menamakan dirinya dengan kelompok Salafi. Dengan dalil hadits nabi Muhammad saw yang diriwayatkan oleh Abu Huriaroh ra: 

لَعْنَةُ اللَّهِ عَلَى الْيَهُودِ وَالنَّصَارَى اتَّخَذُوا قُبُورَ أَنْبِيَائِهِمْ مَسَاجِدَ
"Allah swt melaknat orang-orang yahudi dan Nasrani yang menjadikan kuburan nabi-nabi mereka masjid (tempat bersujud)" (HR. Bukhori 417 / Muslim 825)

Dan hadits-hadits ini juga diriwayatkan oleh beberapa Imam Sunan hadits dengan redaksi yang mirip. Imam Al-Suyuthi menambahkan redaksi [وصالحيهم] wa Sholihim (orang-orang sholih mereka) berdasarkan riwayat muslim.

Dengan dasar hadits ini, mereka mengharamkan melakukan sholat di dalam masjid yang ada kuburannya, toh mendirikan masjid di atas atau sekitaran masjid saja tidak boleh, berarti sholatnya juga tidak boleh. Dan sholatnya menjadi tidak sah plus dia berdosa. Karena Allah swt melaknat orang-orang yahudi dan nasrani, dan kita diperintah untuk menyelisih mereka.

Bahkan salah satu ulamanya berfatwa ketika ditanya tentang hal tersebut, beliau memberikan jawaban bahwa masjid itu harus dihancurkan atau kuburan itu yang harus di pindahkan.[1]

Namun ketika ditanya tentang "bagaimana hukum sholat di dalam masjid Nabawi yang di dalamnya ada kuburan Rasulullah saw dan juga sahabat yang lain?"

Mereka menjawab bahwa masjid Nabawi itu di khususkan, bahwa masjid itu lebih dulu dibangun dan kemudian dilebarkan akhirnya menjadikan kuburan Nabi saw masuk dalam masjid.

Kelompok Yang Membolehkan

Kelompok yang membolehkan sholat di dalam masjid yang ada kuburannya ialah ulama dari kalangan  madzhab Fiqih tanpa tercela[2], kecuali madzhab Hanbali yang mengharamkan[3].

Akan tetapi jika kuburannya itu ada di seberang pengimbaran imam, itu dimakruhkan dan sholatnya tetap sah. Ini pendapat 4 madzhab fiqih selain madzhab Imam Ahmad bin Hanbal.

Dan pendapat mayoritas inilah yang diikuti oleh ulama komtemporer sekarang, tentu selain kelompok salafi itu. Salah satu yang mewakilinya ialah para ulama yang tergabung dalam dewan fatwa Mesir [دار الإفتاء المصرية] Daar Al-Ifta Al-Mishriyah. Sebagaimana telh mereka jelaskan dalam beberapa fatwa mereka.

Dan sudah pasti mereka mengikuti bukan tanpa dalil tapi justru dengan dalil yang sangat kuat. Mereka berdalil dengan Al-Quran, Sunnah, Kesepakatan para sahabat Nabi saw, dan juga kesepakatan umat.

1.    Makam Sahabat Abu Bashir:

Imam Ibnu Abdil-Barr dalam kitabnya Al-Istii'aab meriwayatkan bahwa seorang sahabat yang bernama Abu Bashir, ketika ia meninggal dunia para sahabat membangun masjid di atas kuburannya (di sekitranya). Dan pada saat itu Nabi saw masih hidup, akan tetapi tidak ada satu riwayat pun yang sampai saat ini bahwa Nabi saw melarangnya.

Bahkan para sahabat yang diceritakan ketika itu mngetahui pendirian masjid di atas kuburan Abi Bashir sejumlah 300 sahabat, tidak ada satu pun dari mereka yang menentangnya.[4] Ini bukti sebuah kebolehan, karena kalau perkara itu dilarang pastilah akan sampai riwayat ke kita saat ini yang melarang itu.

Karena Nabi saw dan para sahabat tidak akan diam untuk sebuah kemaksiatan.

*Kritik
Berhujjah dengan dalil riwayat cerita ini memang lemah, karena cerita ini sudah sejak dahulu kala, ceritanya sudah sejak lama sekali sedangkan riwayat hadits Nabi Muhammad saw yang melaknat prilaku orang Yahudi dan Nasrani itu dikatakan oleh beliau saw beberapa hari sebelum wafat. Yaitu di hari rabu dan beliau wafat di hari senin setelah itu. Bisa jadi riwayat ini menghapus apa yang terjadi pada masanya Abu Bashir.    

2.    Pemilihan Makam Nabi saw:

Ini juga dikuatkan oleh praktek yang dilakukan oleh para sahabat Nabi saw ketika wafatnya beliau saw, yang diceritakan oleh Imam Malik dalam kitabnya Al-Muwaththo'. Ketika itu para sahabat berselisih dimana akan memakamkan Nabi saw, Imam Malik berkata: 

فَقَالَ نَاسٌ يُدْفَنُ عِنْدَ الْمِنْبَرِ، وَقَالَ آخَرُونَ يُدْفَنُ بِالْبَقِيعِ فَجَاءَ أَبُو بَكْرٍ الصِّدِّيقُ فَقَالَ سَمِعْت رَسُولَ اللَّهِ - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - يَقُولُ مَا دُفِنَ نَبِيٌّ قَطُّ إلَّا فِي مَكَانِهِ الَّذِي تُوُفِّيَ فِيهِ فَحُفِرَ لَهُ فِيهِ

"orang-orang berkata: 'kuburkan (nabi) di mimbar (masjid Nabawi)', yang lain berkata juga: 'kuburkan di pemakaman baqi''. Kemudian Abu bakr datang dan berkata: 'aku pernah mendengar Nabi saw bersabda bahwa tidak ada nabi yang meninggal dunia kecuali ia dikuburkan ditempat dimana ia wafat'. Kemudian di gali lah di dalam kamar Nabi tersebut"[5]

Kesimpulan yang diambil dari hadits ini ialah bahwa ada sekelompok sahabat yang malah menyarankan untuk Nabi dikuburkan di mimbar, dan mimbar itu bukan di luar masjid, tapi memang benar-benar di dalam masjid.

Kalau memang itu dilarang oleh Nabi saw, dan hadits pelaknatan Yahudi dan nasrani itu pun sudah turun, kenapa ada sahabat yang masih berani menyarankan itu?

Dan setelah mereka menyarankan itu, tidak ada sekelompok sahabat lainnya yang menghardik sarannya tersebut jika memang itu melanggar ketentuan syariat? Tapi nyatanya tidak ada.

Dan Abu bakr, yang akhirnya menjadi pengambil keputusan bahwa Nabi dikuburkan di kamarnya sendiri (kamar 'Aisyah), itu bukan berdasarkan bahwa saran-saran sahabat lain itu terlarang, tapi karena memang Nabi mewasiatkan itu.

Apa mungkin para sahabat Nabi saw membiarkan sebuah pelanggaran syariat.

3.    Kamar 'Aisyah Menempel Dengan Masjid

Jadi memang Nabi wafat ketika belaiu berada di kamar 'Aisyah ra, dan sudah maklum (diketahui) bahwa kamar para istri-istri Nabi saw itu berdempetan dengan masjid Nabawi termasuk kamar 'Aisyah. Jadi kuburan Nabi memang berada tepat disamping Masjid dan bahkan berdempetan tak terbatas sangat dekat sekali.

Dan para sahabat tetap melaksanakan sholat di masjid Nabawi dengan tenang, tanpa ada yang risih dan gundah. Semua baik-baik saja padahal kuburan Nabi menempel erat dengan masjid. Karena kalau memang itu terlarang, pastilah mereka tidak diam.

Tapi sama sekali tidak ada dari para sahabat yang memang dekat dengan Nabi, mengetahui sunnah dengan benar, para penghafal Al-quran, mengetahui sebab turunnya Al-quran, tidak ada dari mereka yang menyarankan untuk memindahkan kuburan Nabi, atau bahkan memindah masjid Nabawi ketempat yang berjauhan dengan kuburan. Tidak ada!

Dan apa yang kita lihat sekarang di Indonesia atau kebanyakan Negara-negara Islam itu ya seperti ini. Bahwa banyak masjid-masjid yang dibangun itu bersebelahan dengan makan orang-orang sholih dari kaum tersebut. Termasuk para wali Allah swt.

Dan ini telah menjadi kesepakatan para sahabat Ridhwanullah 'Alaihim

-       Khusus Kuburan Nabi saw

Kalau dikatakan bahwa itu kuburan Nabi dan itu dikhususkan, maka selain kuburan Nabi itu yang terlarang. Ini pengkhususan yang keliru dan salah.
Sejatinya hukum dalam syariat itu umum berlaku untuk siapa saja dari kaum muslim walaupun itu awal pensyariatannya terjadi pada salah satu sahabat, atau terjadi pada Nabi sendiri. Dan pengkhususan hukum syariah tidak bisa berlaku kecuali dengan adanya dalil bahwa itu memang khusus untuk Nabi saw.

Dan sama sekali tidak ditemukan dalil yang mengkhususkan bahwa kalau kuburan Nabi boleh dan kuburan selain Nabi Muhammad saw tidak boleh. Ini tidak ada dasarnya dan dalil?

Alasan pengkhususan kuburan Nabi juga menjadi tidak benar, Toh di masjid Nabawi itu bukan hanya ada kuburan Nabi saw, tapi juga ada kuburan Abu Bakr, Umar bin Khohthtob dan juga Imam Abu Syuja'. Tapi tidak ada satu ulama pun di dunia ini yang menyalahkan seorang muslim sholat di masjid nabawi.  

4.    Ijma' Ummah

Para ulama yang tegabung dalam dewan fatwa Mesir [دار الإفتاء المصرية] Daar Al-Ifta Al-Mishriyah menggunakan kata "Ijma'", yang berarti bahwa ini adalah kesepakatan seluruh umat Islam sejagad tanpa ada yang menyelisih.

Bahwa sejak dulu sampai saat ini, semua orang muslim bersepakat bahwa sholat di masjid Nabawi itu sah, walaupun di dalamnya ada kuburan Nabi, Abu Bakr, Umar dan juga Imam Abu Syuja'.

Dan tidak ada para sahabat dan ulama tidak ada yang menentang keputusan salah satu khalifah untuk memugar Masjid Nabawi dan memasukkan kuburan Nabi serta Imam lainnya ke dalam masjid Nabawi. Terlepas dari mana lebih dulu, kuburan atau masjid, nyatanya sekarang kuburan itu berada dalam masjid.

Sebagaimana dijelaskan diatas, kenapa harus dikhususkan, toh di dalamnya bukan hanya kuburan Nabi saw. [6]

5.    Hadits Pelaknatan Orang Nasrani dan Yahudi

Kemudian perihal hadits yang menyatakan bahwa orang yahudi dan Nasrani dilaknat oleh Allah swt karena menjadikan kuburan para Nabi dan orang-orang sholih mereka masjid tempat beribadah, itu tidak seperti yang dijelaskan oleh para penentang sholat di dalam masjid yang ada kuburannya itu. 

لَعْنَةُ اللَّهِ عَلَى الْيَهُودِ وَالنَّصَارَى اتَّخَذُوا قُبُورَ أَنْبِيَائِهِمْ مَسَاجِدَ

"Allah swt melaknat orang-orang yahudi dan Nasrani yang menjadikan kuburan nabi-nabi mereka masjid (tempat bersujud)" (HR. Bukhori 417 / Muslim 825)

Imam Al-Suyuthi menambahkan redaksi [وصالحيهم] wa Sholihim (orang-orang sholih mereka) berdasarkan riwayat muslim. Pelarangan dalam hadits ini bukanlah dimaksudkan sebagai pelarangan membangun masjid di atas atau sekitaran sebuah kuburan atau makam.

-       Proses Penentuan Hukum

Para ulama tidak menafsirkan apa yang ada dalam hadits tersebut secara tekstual begitu saja. Perlu diketahui bahwa, seorang ulama –dan ini sudah menjadi aturan baku- dalam menentukan sebuah hukum tidak hanya bersandar pada satu sumber saja.

Kalau ada sebuah ayat dan juga hadits, beliau akan mencari dengan segenap kemampuannya semua dalil baik itu itu dari Al-Quran dan Sunnah yang memang berkaitan dengan masalah yang sedang digarap itu. Tidak grasak grusuk langsung memvonis hanya dengan satu hadits, itu bukan tabiat seorang ulama.

Jadi di atas meja ulama itu berkumpul puluhan ayat serta hadits yang berhubungan dengan masalah yang dicari. Kemudian mulailah beliau melakukan sebuah pemindaian (instinbath)¸yang kemudian lahirnya sebuah produk ijtihad yang baik dan sesuai koridor.  

-       Ada Qorinah (Pembanding)

Hadits diatas –setelah pencarian oleh ulama- ternyata punya [قرينة] "Qorinah", yaitu hadits lain yang jadi pembanding sehingga makna bukan seperti tekstual yang ada dalam hadits tersebut.

Yang dimaksud dalam larangan diatas bukanlah mendirikan kuburan di atas atau sekitaran. Akan tetapi yang dilarang dalam hadits tersebut ialah menyembah kuburan tersebut, menjadikannya tempat tujuan bersujud, dan menghadapkan diri ke kuburan itu untuk bersembahyang.

Ini dijelaskan dalam beberapa riwayat, termasuk riwayat Imam Malik dalam kitabnya Muwaththo': 

عَنْ عَطَاءِ بْنِ يَسَارٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ اللَّهُمَّ لَا تَجْعَلْ قَبْرِي وَثَنًا يُعْبَدُ اشْتَدَّ غَضَبُ اللَّهِ عَلَى قَوْمٍ اتَّخَذُوا قُبُورَ أَنْبِيَائِهِمْ مَسَاجِدَ

Dari Atho' bin Yasar, bahwasanya Rasulullah saw bersabda: "Allahumma (ya Allah) Janganlah kau jadikan kuburanku (bagai) berhala yang disembah. Allah sangat murka kepada kaum yang menjadikan kuburan mereka tempat bersujud (masjid)"[7]

Jadi memang [اشْتَدَّ غَضَبُ اللَّه] kemurkaan Allah itu muncul karena adanya penyembahan kepada selain Allah swt, karena itu Rasul saw berdoa agar kaumnya (umat Islam) tidak menjadikan kuburannya sebagai sesembahan [اللَّهُمَّ لَا تَجْعَلْ قَبْرِي وَثَنًا] yang kemudian mengbuahkan kemurkaan dan kelaknatan sebagaimana kaum-kaum sebelumnya yang dilaknat karena menyembah kuburan itu.

Imam Al-Sanadi dalam hasyiyah-nya mengatakan perihal hadits ini: 

وَمرَاده بذلك أَن يحذر أمته أَن يصنعوا بقبره مَا صنع الْيَهُود وَالنَّصَارَى بقبور أَنْبِيَائهمْ من اتخاذهم تِلْكَ الْقُبُور مَسَاجِد

"yang dimaksud ialah Nabi saw mengecam umatnya memperlakukan kuburan sebagaimana orang yahudi dan nasrani memperlakkan kuburan nabi-nabi mereka sebagai tempat sujud"[8]
وَمُجَرَّد اتِّخَاذ مَسْجِد فِي جوَار صَالح تبركا غير مَمْنُوع
"dan hanya mendirikan bangunan di samping kuburannya orang sholih guna meraih keberkahan itu tidak dilarang"[9]

Karena sejatinya redaksi kata [مساجد] itu jama' (plural) dari [مسجد], yaitu ism Makan (kata tempat) dari Fi'il (kata Kerja) [سجد] sajada, yang berarti itu bersujud. Jadi memang yang dimaksud itu bersujud, yaitu menyembah kuburan. Bukan mendirikan masjid di atas atau sekitaran makam tersebut.

Imam Al-Baidhowi sebagaimana dikutip oleh Imam Al-Zarqoni dalam kitabnya yang menjadi penjelas kitab Muwaththo' Imam Malik, mengatakan: 

لَمَّا كَانَتِ الْيَهُودُ يَسْجُدُونَ لِقُبُورِ الْأَنْبِيَاءِ تَعْظِيمًا لِشَأْنِهِمْ وَيَجْعَلُونَهَا قِبْلَةً وَيَتَوَجَّهُونَ فِي الصَّلَاةِ نَحْوَهَا فَاتَّخَذُوهَا أَوْثَانًا لَعَنَهُمُ اللَّهُ، وَمَنَعَ الْمُسْلِمِينَ عَنْ مِثْلِ ذَلِكَ وَنَهَاهُمْ عَنْهُ، أَمَّا مَنِ اتَّخَذَ مَسْجِدًا بِجِوَارِ صَالِحٍ أَوْ صَلَّى فِي مَقْبَرَتِهِ وَقَصَدَ بِهِ الِاسْتِظْهَارَ بِرُوحِهِ وَوُصُولَ أَثَرٍ مِنْ آثَارِ عِبَادَتِهِ إِلَيْهِ لَا التَّعْظِيمَ لَهُ وَالتَّوَجُّهَ فَلَا حَرَجَ عَلَيْهِ، أَلَا تَرَى أَنَّ مَدْفَنَ إِسْمَاعِيلَ فِي الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ عِنْدَ الْحَطِيمِ، ثُمَّ إِنَّ ذَلِكَ الْمَسْجِدَ أَفْضَلُ مَكَانٍ يَتَحَرَّى الْمُصَلِّي بِصَلَاتِهِ.

"ketika orang Nasrani dan Yahudi menyembah kuburan nabi-nabi mereka sebagai pengagungan kedudukan mereka, dan menjadikan kuburan mereka sebagai kiblat dalam sholatnya, dan menjadikan kuburan itu sesembahan, Allah melaknat mereka. Dan melarang umat islam untuk berlaku seperti itu (org Yahudi dan Nasrani)

Sedangkan membangun masjid di samping kuburan orang sholih, atau sholat di sekitar pemakamannya, bermaksud menimbulkan ruh spriritualnya dan mencapai (mengikuti) atsar ibadahnya, bukan untuk mengagungkannya dan juga tidak menjadikannya kiblat dalam sholat (menyembahnya) maka itu tidak mengapa"[10]

Dan kesyirikan yang model seperti ini yang dilakukan oleh orang Yahudi dan Nasrani. Sebagaimana dikuatkan oleh firman Allah swt:

"Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai Tuhan selain Allah[639] dan (juga mereka mempertuhankan) Al masih putera Maryam, Padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan yang Esa, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha suci Allah dari apa yang mereka persekutukan" (Al-Taubah 31)

-       Target Poin Hadits

Dan juga harus diperhatikan, bahwa yang dituju oleh Nabi dengan haditsnya itu ialah praktek orang Yahudi dan Nasrani, bukan prekateknya Muslim. Maka harus dilihat bagaimana mereka memperlakukan kuburan-kuburan Nabu mereka?

Lalu apakah tempat ibadah mereka sama seperti tempat ibadahnya muslim (masjid)? Tentu berbeda. Maka harus kembali dilihat bagaimana pekerjaan mereka, bukan bagaimana pekerjaan muslim.

Karena memang Nabi saw mengisyaratkan untuk itu, yaitu prilaku buruk orang Yahudi dan Nasrani yang menyembah kuburan, dan bersembahyang menghadap kuburan tersebut sebagai pengagungan. Apakah muslim melakukan itu?

Muslim tetap beribadah kepada Allah, berdoanya kepada Allah, sholatnya menghadap kiblat, bukan ke kuburan dan juga orang muslim tidak ada yang bersujud untuk kuburan. Mereka bersujud untuk Allah swt dengan memperhatikan segala rukun dan ketentuannya.     

Dan memang tidak ada sinagog orang Nasrani serta gerejanya orang Yahudi itu tidak seperti masjid-masjidnya orang Islam. Jadi memang berbeda, harus ditinjau benar apa yang memang dilakukan oleh mereka. Mereka menjadikan kuburan para nabi mereka dan orang-ornag sholih mereka sesembahan, dan bukan menjadikannya sinagog atau gereja, sebagaimana dijelaskan diatas.

Yang terjadi kebanyakan di Indonesia bahwa memang kuburan itu tidak berada di tengah-tengah masjid. Tidak ada yang sepeerti itu. Yang ada hanyalah kuburan orang-orang sholih yang berada di sekitaran masjid, entah itu di taman belakang atau taman depan masjid, walaupun memang masih dalam area masjid. Lalu apa yang menjadi masalah?

Jadi memang sholat di masjid yang di sekitarnya ada kuburan itu tidak mengapa, karena yang sepakat dilarang dan diharamkan itu ialah menyembah kuburan atau menjadikannya kiblat sholat sebagaimana orang Yahudi dan Nasrani melakukan itu.

Wallahu A'lam



[1] Al-Duror Al-Sanniyah fi Al-Ajwibah Al-Najdiyah 4/265
[2] Al-Mabsuth li Al-Sarokhsi 1/206, Al-Mudawwanah 1/182, Al-Majmu' 3/158
[3] Al-Mughni 2/51
[4] Al-Istii'aab li Ibni Abdi Al-Barr 4/1613-1614
[5] Muwaththo' Imam Malik 2/232, no. 790
[6] Fatwa Daar Al-Ifta' Al-Mishriyah no. 4241
[7] Muwaththo' Imam Malik 2/241, no. 594
[8] Hasyiyah Al-Sanadi 'ala Sunan Al-Nasa'I 2/41
[9] Ibid
[10] Syarhu Al-Zarqoni 'ala Muwaththo' 4/367

By Media Lain Label

 
Support : Sukmahadi | Johny Template | Mas Hadi
Copyright © 2011. Khazanah Ilmu - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by .Mas Hadi
Proudly powered by Kontak