.
Home » , » Khutbah Jum'at: Enam Pertanyaan Imam Al Ghazali Kepada Muridnya

Khutbah Jum'at: Enam Pertanyaan Imam Al Ghazali Kepada Muridnya

Written By Sukma hadi on Jumat, 08 Maret 2013 | 15.25

Sukmahadi, Ilustrasi
                          
Khutbah ini saya sampaikan di Kedutaan Besar Republik Indoneseia (KBRI) Maroko Afrika. 08-03-2013.
Pertema marilah bersyukur pada Allah SWT, tuhan yang telah memberikan makhluqnya nikmat yang begitu banyak, hingga akal manusia tak mampu untuk menghitung, walaupun berbagai alat canggih di dunia ini dikumpulkan untuk menghitung nikmat yang Allah berikan kepada kita takkan mampu menghitung itu semua, baik nikmat nampak maupun nikmat yang tak nampak oleh panca indra. Olehnya tak ada alasan anak manusia di bumi ini untuk tidak bersyukur pada robNya. Allah telah mengatakan hal ini dalam al quran: 

وَإِنْ تَعُدُّوا نِعْمَةَ اللَّهِ لَا تُحْصُوهَا إِنَّ اللَّهَ لَغَفُورٌ رَحِيمٌ
Artinya: “Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Q.S. An-nahal ayat 18).
Olehnya sungguh terlalu jika seorang muslim di dunia ini yang hidup tapi mati, dalam arti hidup begitu saja tanpa mengingat tujuan hidup, atau hidup yang penting happy tak peduli halal atau haram, padahal Allah telah memberikan kita nikmat yang begitu banyak, dan Allah tak mempunyai rasa bosan untuk semua itu, maka nikmat mana lagi yang engkau dustakan.
Marilah sejenak merenung betapa baiknya Allah kepada kita namun kadang kita melalaikannya di setiap saat, walau demikian tetaplah berusaha untuk mengingat Allah dengan cara beryukur dan memtaati segala aturan dan larangannya.
Suatu ketika imam al ghazali pengarang kitab berjilid-jilid ihyau ulumuddin, mengajukan beberapa pertanyaan kepada muridnya-muridnya yang insya Allah pertayaan ini bemamfaat dan sangat rasional menurut padangan syariat islam. Berikut pertanyaan-pertanyaan Imam Al Gazali:
1.      Apaka yang paling ringan di dunia ini…..? ada yang menjawab “Kapas, angin, debu, dan dedaunan”. Semua itu benarr kata imam al ghazali, tapi yang paling ringan di dunia adalah “Meninggalkan Sholat”.
Kita perhatikan realita saat ini, semakin sibuk seseorang dengan aktivitasnya masing-masing namun kadang melalaikan sholat, yang demikian kawajiba betiap muslim dan termasuk rukun islam. Namun seorang mukmin yang patuh pada Robnya takkan meninggalkan sholat sesibuk apapun ia. Allah telah mengingatkan hal ini dalam kitabnya yang suci.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُلْهِكُمْ أَمْوَالُكُمْ وَلَا أَوْلَادُكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ
Artinya”:Hai orang-orang beriman, janganlah hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang berbuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang merugi.. (Surah Al-munafiqun Ayat 9). Dan masih banyak lagi ayat lainya seputar sholat.
2.      Apakah yang paling berat di dunia…..?itulah pertayaan kedua imam Al Ghazali. Ada yang menjawab “Besi dan gajah’’. Semua jawaban itu adalah benar kata imam Ghazali, tapi yang paling berat adalah “MEMEGANG AMANAH”, amanah al quran telah menjelaskan betapa beratnya amanah itu.
“Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, Tetapi manusia menyanggupi permintaan Allah SWT,….” (Al Ahzab Ayar 72).
3.      Lalu Imam Al Ghazali melanjutkan pertanyaannya, “Apakah yang paling jauh dari diri kita di dunia ini…?” 
Murid-muridnya menjawab “Negara cina, bulan, matahari, dan bintang-bintang”. Lalu Imam Ghazali menjelaskan bahawa semua jawapan yang mereka berikan itu adalah benar. Tapi yang paling benar adalah "MASA LALU". Walau dengan apa cara sekalipun kita tidak dapat kembali ke masa lalu. Oleh sebab itu kita harus menjaga hari ini dan hari-hari yang akan datang dengan perbuatan yang sesuai dengan Syariat.
Saya terngat perkataan Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma berikut seharusnya menjadi renungan:
“Jika engkau berada di waktu sore, maka janganlah menunggu pagi. Jika engkau berada di waktu pagi, janganlah menunggu waktu sore. Manfaatkanlah masa sehatmu sebelum datang sakitmu dan manfaatkanlah hidupmu sebelum datang matimu.” (HR. Bukhari no. 6416).

4.      Apakaha yang paling dekat dengan dirikita di dunia ini…?” Murid-muridnya menjawab "orang tua, guru, kawan, dan sahabatnya". Imam Ghozali menjelaskan semua jawapan itu benar. Tetapi yang paling dekat dengan kita adalah "MATI". Oleh sebab itu Allah menerangkan hal ini dalam al quran “setiap yang bernyawa pasti akan mati. (Ali Imran 185).
Setiap detik, setiap nafas, kita harus siap kematian sudah pasti namun kapan? tak ada satupun makhluk di bumi ini yang tahu, kita sebagai hamba Allah harus selalu siap dengan membeperbanyak bekal (amal soleh) kerena itulah yang membahagiakan kita saat mati kelak dan bermukin di alam akhirat.
5.      Imam Ghazali kembali meneruskan pertanyaannya “Apakah besar di dunia ini..?” Murid-muridnya menjawah "gunung, bumi dan matahari". Semua jawaban itu benar kata Imam Ghazali. Tapi yang paling besar dari yang ada di dunia ini adalah "NAFSU" ,Maka kita harus berhati-hati dengan nafsu kita, jangan sampai nafsu membawa kita ke neraka.
Jika mengamati Negeri pertiwi saat ini begitu banyak godaan, terutama saat para kaum politikus menduduki jabatan, maka tak jarang dari mereka tergiur dengan duit triluanan sehingga dengan gampang hawa nafsu untuk korupsi tak jarang dilakukuan oleh mereka, semoga kita bisa mengontrol diri kita dari nafsu-nafsu yang bisa menjerumuskan kita ke dalam Neraka.
6.      Pertanyaan terhir dari Imam Ghazali kepada muridnya “Apakah yang paling tajam di dunia ini…? 
Murid-muridnya menjawab dengan serentak, "pedang".
Benar kata Imam Ghazali, tapi yang paling tajam adalah "LIDAH MANUSIA" Karena melalui lidah, Manusia selalunya menyakiti hati dan melukai perasaan saudaranya sendiri. Marilaj kita menjaga lidah kita dengan memilih kata yang baik Karen jangan sampai badan binasa karena lidah.
By : Sukmahadi "Mahasiswa Indonesia di Maroko.
Skype: haditomandar
Twitter: @Sukmahadi1



Share this article :

Poskan Komentar

 
Support : Sukmahadi | Johny Template | Mas Hadi
Copyright © 2011. Khazanah Ilmu - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by .Mas Hadi
Proudly powered by Kontak